Monday, July 21, 2008

Melarang Anak Dengan Dongeng

Berdasarkan penelitian yang diadakan terhadap para ibu di Indonesia, terungkap bahwa mereka memiliki satu kata yang paling mereka sukai, tapi justru dibenci anak-anak, yaitu kata 'jangan'.

"Ibu suka melarang anak jangan main air, jangan lari-lari, jangan pegang-pegang, dan sebagainya. Sementara, ayah memperbolehkan semua hal," ujar Putri Suhendro, pendongeng cerita anak dalam acara pameran Indonesia International Motor Show di Jakarta Convention Center, Jumat (Kompas 19/7).

Kata 'jangan' dan berbagai nasihat lainnya, menurut Putri, sering diselipkan para ibu saat mendongeng. Akibatnya, anak seringkali bosan mendengar berbagai nasihat ini. "Padahal, otak anak sudah berkembang jadi jutaan sel, jadi cara berpikirnya sudah mulai nalar, tahu bahwa ia harus hati-hati kalau lantai licin dan sebagainya," lanjut Putri.

Agar acara mendongeng bisa sukses, Putri menyarankan untuk membagi anak-anak yang akan didongengi dalam dua kelompok umur, yaitu umur 4-6 tahun dan 7-10 tahun. Berikut ini trik mendongeng untuk kedua umur tersebut.

Usia 4-6 tahun
Lama bercerita cukup lima menit. Lebih dari itu, konsentrasi anak akan buyar dan ia akan mengalihkan perhatian pada hal lain.Cukup menampilkan 1-2 tokoh dalam cerita yang Anda berikan, agar ia tidak bingung membedakannya.Pandang mata mereka satu per satu, agar mereka merasa mendapat perhatian yang adil dari Anda. Jadi, mereka tidak mencari ulah untuk mendapatkannya.
Usia 7-10 tahun
Lama bercerita cukup tujuh menit. Maksimal tokoh yang ditampilkan adalah empat tokoh.
Putri menambahkan, jangan memberi kesimpulan cerita di akhir dongeng. Sebab, mendongeng bukan berarti memberi nasihat. Kalaupun ingin menyelipkan pesan mendidik, orangtua bisa memancingnya. Misalnya dengan mengatakan, "Aku mau makan sambil berbunyi seperti gajah, ah. Boleh, enggak ya?" Kalau anak menjawab tidak, itu berarti pesan yang Anda sampaikan sudah diterima olehnya.

Kalau anak berulah saat Anda didongengi, kalau memungkinan untuk memangku atau menggendongnya sambil bercerita, lakukanlah. Pangkuan, gendongan dan pelukan orangtua amat berarti bagi anak, dan membuatnya selalu dekat dengan Anda. "Pinjam nama si anak untuk dijadikan nama tokoh cerita, atau beri ia tugas, misalnya untuk memegang boneka yang sedang diceritakan," tuturnya.

Soal waktu bercerita, fleksibel saja. Misalnya, buat kesepakatan untuk mendongeng setiap hari Senin. Agar anak lebih terlibat dan penasaran pada hari-H, Anda bisa merahasiakan dulu topiknya. Lalu, beberapa hari sebelum hari-H, katakan bahwa topiknya adalah tentang gajah, dan minta ia mengumpulkan semua gambar tentang gajah.

Kalaupun ekspresi Anda datar saat bercerita, Putri menyarankan untuk tidak berkecil hati. Sebab, anak-anak akan memaklumi. Yang penting, Anda harus berani untuk memulai mendongeng, sambil mengingatkan diri sendiri, yang Anda lakukan ini akan memberi manfaat besar bagi anak.

"Selain itu, jangan ambisius untuk mendongeng dalam waktu lama. Masih ada waktu 365 hari untuk melakukannya, kok," kata penyiar radio ini. Jika di rumah anak juga diasuh oleh babysitter atau pembantu, sebaiknya cari tahu dulu bagaimana latar belakangnya. Sebab, bagaimana pun, sebagian besar waktu anak dihabiskan bersamanya.

"Beritahu pada pengasuh agar tidak memberikan cerita yang menakut-nakuti. Sebab, ada pengasuh yang senang bercerita agar anak takut pada setan, satpam, atau bahkan jijik pada berbagai hal. Tujuannya, agar dia bisa tenang nonton sinetron atau tak perlu repot membersihkan tangan anak," papar Putri sambil menambahkan, anak sudah bisa didongengi sejak masih dalam kandungan.

Kumpulan cerita dapat didownload disini

2 comments:

  1. Kalo tidak boleh ke kebun raya, ngamuk aja. Tar juga boleh...

    ReplyDelete